LABUAN BAJO—Untuk mengantisipasi kasus baru Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat, terutama selama Natal dan Tahun Baru, Melki Laka Lena (MLL), Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Partai Golkar menyalurkan 3.700 rapid antigen untuk pelacakan kasus baru di daerah tersebut.
Selain rapid antigen ada juga paket bantuan 220 dos makanan tambahan balita untuk mendukung pemerintah dalam penanganan stunting dan gizi buruk di Manggarai Barat.
Ketua DPD II Partai Golkar Manggarai Barat, Rofinus Rumat, melalui staf DPD II Partai Golkar Mabar, Suhardin Ndung, Sabtu (11/12/2024), menjelaskan rapid antigen yang sudah diterima dari DPD I akan disalurkan merata ke 22 puskesmas dan 3 rumah sakit di Mabar.
Ini dilakukan agar puskesmas dan rumah sakit ada stok rapid antigen untuk melacak kasus-kasus Covid-19, dan juga untuk mendeteksi secara dini kasus yang menyebar di masyarakat.
“Kalau untuk jatah makanan tambahan akan disalurkan ke 22 puskesmas saja untuk membantu pelayanan posyandu di setiap puskesmas di Mabar,” kata Ndung.
“Kami sangat salut, karena untuk antisipasi lonjakan kasus Covid-19 di perayaan Natal dan Tahun Baru Mabar, Pak Melki Laka Lena sudah langsung kirim rapid antigen di setiap kabupaten dan Mabar dapat 3.700 buah. Jadi untuk pelacakan kasus baru kita sudah ada persiapan untuk itu,” tegasnya.
Menurutnya, Mabar bukan hanya mendapatkan jatah rapid antigen, namun juga makanan tambahan untuk penanganan stunting dan gizi buruk, sehingga pelacakan kasus Covid-19 dan penanganan kasus stunting dan gizi buruk berjalan bersama-sama.
“Untuk jatah 220 dos makanan tambahan untuk balita, kami khusus salurkan ke 22 puskesmas di Mabar untuk mendukung pelayanan di posyandu,” sebutnya.
Tiga hari mendapat pembekalan dan ilmu politik dan kebijakan publik, para peserta Pendidikan Politik (Dikpol) dan Kebijakan Publik memberi apresiasi tinggi kepada Partai Golkar.
Golkar-Mabar
Para peserta Dikpol yang digelar Golkar Institute itu berjumlah 60 orang dari seluruh NTT. Umur mereka di bawah 40 tahun. Kecuali 5 orang dari luar, 55 orang adalah kader Golkar
Dikpol dan Kebijakan Publik ini digelar Golkar Institute di T-More Hotel Kupang, Selasa-Kamis (7-9/12/2021).
Para pemateri adalah orang-orang yang ahli di bidangnya masing-masing, baik dari Jakarta, juga dua pemateri dari Kupang, yakni Dr. Rudi Rohi dan P. Yulius Yasinto, SVD, M.Sc. Para peserta semakin berbunga-bunga ketika bisa bertatap muka langsung dengan Dr. Ir. Akbar Tandjung, sesepuh Golkar, yang sangat terkenal sebagai aktivis mahasiswa saat pergolakan tahun 1966.
Suhardin Ndung (kanan) foto bersama Sekretaris Golkar NTT, Dr. Inche Sayuna
Nama Akbar Tandjung memang lengket dan lekat di nubari para mahasiswa yang juga nyaris identk dengan aktivis. Tak heran, para peserta bersorak bernyanyi ketika Akbar Tandjung memasuki ruangan acara, Rabu (8/12/2021).
Legenda hidup Partai Golkar ini mengupas tuntas sejarah dan nilai-nilai perjuangan Partai Golkar. Mantan Menteri, mantan Ketua DPR RI ini mengupas tandas bagaimana perjalanan Partai Golkar hingga sekarang. Dia juga memberikan motivasi dan spirit bagi kaum milenial bagaimana menjadi seorang pemimpin yang berkompeten dan juga dicintai rakyatnya.
Beberapa peserta seperti Suhardin Ndung, Vian Kewohon, Ema Tukan dan Eduard Lorenfasius mengaku bangga bisa menjadi peserta di ajang pendidikan penjenjangan level paling tinggi di Partai Golkar ini.
Suhardin Ndung, peserta dai Manggarai Barat, sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada DPP, DPD I dan DPD Partai Golkar Manggarai Barat yang sudah mempercayakan kaum milenial mendapat pendidikan dasar dan mengetahui lebih dalam bagaimana berpolitik dengan baik dan bagaimana meyakinkan masyarakat dalam karya.
“Saya juga sangat bangga mendapat kesempatan ini, apalagi Dikpol ini dihadiri langsung oleh senior politik Partai Golkar yakni Bapak Akbar Tandjung. Moment ini sangat berkesan, Bapak Akbar langsung membawakan materi bagaimana perjalanan Golkar dulu hingga kini, dan apa yang dilakukan kader-milenial untuk tetap mempertahankan Partai Golkar,” kata Ndung.
Ndung mengakui kehadiran Akbar Tandjung adalah momen paling berharga yang bisa mereka dapatkan. “Bapak Akbar memberikan kiat, spirit dan semangat bagi kami kaum milenial bagaimana menjadi pemimpin masa depan,” kata Ndung.
“Terima tak terhingga Bapak Akbar. Hanya nama dan lihat lewat telivisi, namun bertatap muka dan memberikan spirit bagi kami dan juga semangat serta bagaimana kami harus menjadi pemimpin yang baik dalam mementingkan kepentingan rakyat,” ungkapnya terkagum-kagum.
Eman Tukan dan Vian Kewohon dari Flores Timur juga senada dengan Ndung, Dua kader milenial Golkar Flores Timur ini berbangga luar biasa bisa bertatap wajah dengan tokoh idola kalangan mahasiswa, Akbar Tandjung.
Vian Kewohon (kanan) di arena Dikpol dan Kebijakan Publik
“Terus terang, selama ini kami hanya dengar namanya, atau juga hanya bisa lihat mukanya di layar televisi. Tetapi sekarang kami bertatap muka langsung dengannya, mendengar suaranya, menyimak paparan materinya tentang sejarah perjalanan Golkar dari dulu sampai sekarang. Ini kesempatan langka, pengalaman tak terlupakan,” kata Vian.
Vian yang juga dipercayakan menjadi Ketua Golkar Kecamatan Solor Selatan, Flores Timur ini mengaku sangat beruntung bisa menjadi salah satu peserta Dikpol dan Kebijakan Publik yang digelar Golkar Institute.
“Ilmu, pengetahuan, juga keterampilan yang kami dapat ini sangat mahal. Mahal karena membuka wawasan kami tentang politik, memberi pemahaman kepada kami bagaimana menjadi pemimpin, bagaimana mesti tampil di depan publik. Terima kasih Partai Golkar. Luar biasa,” kata Vian.
Eman Tukan (dua dari kiri) bersama Yesenia Liyanto (tiga dari kiri) foto bersama Dr. Inche Sayuna dan Dr. TB. H. Ace Hasan Syadzily, M.Si, Ketua Dewan Pengurus Golkar Institute usai penyematan kartu tanda peserta dikpol
Eman Tukan juga mengaku yang sama. “Saya sangat beruntung bisa mengikuti dikpol ini. Materinya sangat bagus. Sekarang saya banyak mengerti tentang dunia politik, tentang Partai Golkar dengan sejarah dan dinamikanya. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan lagi pada kesempatan mendatang,” kata Eman.
Eduard Lorensfasius punya kesan yang sama. Ketua YTMI Kabupaten Sumba Barat Daya ini sangat mengapresiasi Dikpol dan Kebijakan Publik yang dilakukan oleh DPP Partai Golkar itu.
“Ini merupakan kesempatan yang luar biasa, apalagi tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan yang luar biasa ini untuk belajar bagaimana menjadi milenial yang potensial dan juga menjadi seorang pemimpin yang baik ke depan. Kami sangat berterima kasih kepada penyelenggara yakni DPP, DPD I dan juga DPD II Golkar Kabupaten Sumba Barat Daya yang mengutus saya untuk belajar bagaimana semestinya berpolitik,” kata Eduard.
Eduard Lorenfasius
Menurut Eduard, kaum milenial harus mendapatkan pendidikan politik agar menjadi bekal dalam mengemban potensi untuk menjadi kader-kader terbaik Partai Golkar ke depan.
“Kita harus ada bekal yang kuat. Dengan adanya pendidikan politik ini, kita tidak akan ragu untuk menempatkan diri menjadi kader-kader yang potensial dan juga siap untuk mengemban tugas-tugas yang dipercayakan partai kelak kepada kita,” serunya.
Empat kader muda Golkar NTT ini bersama rekan-rekan mereka peserta dikpol tengah menyiapkan bekal meniti tangga di Partai Golkar. Mereka tidak lirik kiri atau kanan ke partai lain.
Mengapa di Golkar? Ibarat perang, Golkar itu kapal induk. Semua orang ingin berada di kapal induk itu. Maka ketika bergabung di Partai Golkar mereka sudah berada di tempat yang tepat dan benar.